Get Adobe Flash player

Wajah Baru untuk Nintendo Wii dan Nintendo DSi [Report on E3]

Ketika Nintendo pertama kali mengumumkan kontribusinya untuk generasi masa depan dunia gaming pada E3 2005, para pencari berita memotret konsol tersebut, yang pada saat itu masih menggunakan nama “Revolution”, ditunjukkan dalam berbagai warna seperti merah, hijau, dan hitam. Sejak saat itu, dari Wii diluncurkan hingga saat ini, Wii sudah menjadi konsol paling favorit atau disukai oleh generasi remaja saat ini, terjual lebih dari 50 juta unit dan menjadikannya contoh bagi Sony dan Microsoft untuk menerapkan teknologi sensor gerak pada stiknya masing-masing.

Sejak diluncurkan, sayangnya, Wii hanya tersedia dalam warnah putih saja. Pada saat berita ini diturunkan, Nintendo telah mengumumkan bahwa Wii akan tersedia dalam warna hitam di Jepang. Sebagai pelengkap, ditunjukkan juga Wii Remote dalam warna hitam dan Classic Controller Pro, juga dalam warna hitam, di mana juga tersedia dalam warna putih. Wii hitam tetap diluncurkan dengan harga yang sama dengan warna putih, ¥25,000 (£158, $258), sementara Classic Controller Pro akan dijual seharga ¥2,000 (£12.64, $20.74).

Nintendo juga akan meluncurkan warna baru untuk DSi.DSi akan tersedia dalam warna merah, beserta warna pink, hijau lemon, dan biru metalik, yang baru saja diluncurkan pada 20 Maret. Harga untuk warna merah akan tetap sama dengan warna lain, ¥18,000 (£114, $186). Pada saat ini juga, DSi hanya tersedia dalam warna putih dan hitam di Eropa dan biru muda dan hitam di Amerika.

DSi merah akan dirilis pada tanggal 11 Juli, di Jepang, disusul dengan warna hitam pada tanggal 1 Agustus. Ketika dihubungi, Nintendo cabang Eropa mengatakan bahwa mereka tidak sedang merencanakan untuk mengeluarkan apa-apa.

Sumber: klik

11 Responses to “Wajah Baru untuk Nintendo Wii dan Nintendo DSi [Report on E3]”

Leave a Reply

:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p
















































Digital Library sedang error