Get Adobe Flash player

Mengenal Struktur Penulisan PHP

Assalamu ‘alaikum wr..wb..

Melanjutkan dari posting kemarin kita lanjutkan untuk mengenal HTML dan PHP karena kedua sintak ini saling berhubungan dalam pembuatan sebuah website dan hampir tak mungkin dipisahkan. Marilah kita simak satu persatu apakah itu HTML dan PHP??

 

Sintaks Penulisan HTML

Sebelum kita belajar PHP alangkah baiknya kita mengenal HTML (HyperText Markup Language) dahulu. HTML, adalah singkatan dari hypertext markup language, adalah bahasa markup yang digunakan untuk membuat halaman web. Web developer menggunakan “tag HTML ke format yang berbeda bagian dokumen. Misalnya, Anda menggunakan tag HTML untuk menentukan judul, paragraf, daftar, tabel, gambar, dan masih banyak lagi. berikut ini adalah contoh sintaknya :

OK, mari kita melihat lebih dekat pada contoh yang kita buat dalam pelajaran sebelumnya.

<!DOCTYPE HTML PUBLIC “-//W3C//DTD HTML 4.01//EN” “http://www.w3.org/TR/html4/strict.dtd“>
<html>
<head>
<title>HTML Tutorial Example</title>
</head>
<body>
<p>Less than 5 minutes into this HTML tutorial and
I’ve already created my first homepage!</p>
</body>
</html>

 

Penjelasan di atas kode:

The <! DOCTYPE … > Elemen memberitahu browser yang versi HTML dari dokumen gunakan.

<html> Elemen yang dapat dibayangkan sebagai sebuah wadah yang lainnya duduk di dalam tag (kecuali untuk! DOCTYPE tag).

<head> Tag yang berisi informasi yang tidak biasa dilihat dalam browser (seperti meta tag, JavaScript dan CSS), walaupun <title> tag merupakan pengecualian ini. Isi tag <title> ditampilkan dalam browser judul bar (pada bagian paling kanan atas browser).

The <body> tag yang utama bagi konten Anda. Di sinilah sebagian besar dari kode (dan dilihat unsur-unsur) akan pergi.

The <p> tag menyatakan paragraf. Ini berisi teks tubuh. (sumber: http://spektrum.uuuq.com)

 

Sintaks Penulisan PHP

ada 3 cara penulisan PHP kita dapat menggunakan salah satu dari 3 jenis pasangan tag berikut:

  1. <? …..script php….. ?>
  2. <% ….script php…. %>
  3. <?php …script php.. ?>
  4. <?script language=”php”> . ….. script php ….. </script>

 

Berikut ini contoh skript PHP yg disisipkan dalam HTML :

<html>
<head>
<title>Belajar PHP Mandiri</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hallo sahabat ini output tulisan dengan skript php”;
?>
</body>
</html>

(sumber: http://belajar-sendiri.com)

 

Berikut ini contoh skript langsung dengan PHP :

<?php

echo”Kita adalah manusia yang berakal dan beradab”;

?>

 

Cara penulisan komentar dalam skript PHP

<?php

//ini adalah contoh membuat komentar atau keterangan di php

echo” Belajar php tidak harus dihapal tapi dipahami”;

?>

keterangan: (komentar diawali dengan tag /* atau // atau 3)

 

Penggunaan Tanda Semicolon

Apabila Anda perhatikan contoh sebelumnya, maka terdapat tanda titik koma (semicolon) pada akhir perintah echo. Tanda semicolon merupakan penanda akhir dari setiap statement PHP dan tanda ini harus ada.

Perhatikan contoh script PHP yang lain berikut ini:

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Perpindahan Spasi

Seperti halnya HTML, pergantian spasi dalam PHP tidak akan mempengaruhi tampilan hasilnya. Dengan kata lain, pergantian spasi akan diabaikan oleh PHP. Perhatikan contoh berikut ini. Pada contoh ini diberikan tiga bentuk penulisan kode PHP yang berbeda namun akan dihasilkan tampilan yang sama dalam web browser.

 

Skript 1

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Skript 2

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “; echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Skript 3

<html>
<head>
<title>Halaman PHP pertamaku</title>
</head>
<body>
<?php
echo “Hello World! “;
echo “Hello World! “;
?>
</body>
</html>

 

Menyimpan File PHP

Apabila Anda memiliki script PHP yang disisipkan dalam HTML dalam suatu file dan menginginkan web server dapat menjalankannya, maka file tersebut harus disimpan dalam ekstensi .php. Apabila Anda menyimpannya dengan ekstensi .html atau .htm, maka script PHP tersebut tidak akan diproses dan akan ditampilkan dalam web browser seperti apa adanya (berupa kode-kode). (sumber : http://blog.rosihanari.net)

 

 

Bersambung…

73 Responses to “Mengenal Struktur Penulisan PHP”

Leave a Reply

:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p
















































Digital Library sedang error