Get Adobe Flash player
  • gunzoo wrote a new blog post: PENGUMUMAN BAGI MHS JURUSAN KP DAN BI(MPg)   2 months, 2 weeks ago

    SEMUA MAHASISWA JURUSAN D3 KEUANGAN  PERBANGKAN DAN JURUSAN D3 MANAJEMEN PERDAGANGAN(BI) DIHARAPKAN PADA SAAT KONSULTASI PA PADA ONLINE MAHASISWA MENULISKAN SEMUA MATAKULIAH YANG AKAN DIAMBIL.

    OPERATOR MENYEDIAKAN MATAKULIAH DIBAWAH INI:

    JURUSAN D3 KP : MATAKULIAH YANG DITAWRKAN OLEH PRODI d3-kp

    JURUSAN D3 MPg (BI):MK YANG DITAWARKAN PRODI-d3-mpg

  • mulyadi wrote a new blog post: Informasi Nilai Berdasarkan SIAKAD   3 months, 1 week ago

    Kepada mahasiswa D 3 Pajak yang mengambil MK Pengantar Ilmu Ekonomi dan Pr. Ekspor Impor, sehubungan dengan adanya perbedaan sistem di SIAKAD mengenai proporsi/ bobot dari masing-masing kompetensi maka dimungkinkan terjadi perubahan terhadap nilai akhir.

    Dengan demikian, maka informasi nilai yang sudah kami publikasikan sebelumnya akan terdapat perubahan. Harap menjadikan perhatian dan maklum adanya.

  • mulyadi wrote a new blog post: NILAI PRAKTIK EKSPOR IMPOR 2013/2014   3 months, 1 week ago

    SANGAT PENTING!!!

    Kepada mahasiswa D3 Perpajakan yang mengambil matakuliah Praktik Ekspor Impor, nilai sementara dapat di DOWNLOAD DISINI. Mahasiswa yang belum mengumpulkan tugas maupun pekerjaan lain, ditunggu sampai dengan Kamis/ 16 Januari 2014.

Mengenal Fungsi Switch-Case dalam PHP

Pada posting sebelumnya adalah materi tentang fungsi if , maka pada posting kali ini akan membahas tentangSwitch-Case . Pada dasarnya perintah Switch-Case adalah sama dengan perintah If-else , perbedaanya adalah sebagai berikut ini:

Perintah If..Else..

if object validasi
//exception
else
//exception

 

Perintah Switch-Case

switch ($_REQUEST['var']):
case ’some var’:
//exception;
break;

default:
//exception
endswitch;

 

Kedua-duanya memiliki aturan yang sama, yaitu sama-sama melakukan perbandingan sebuah entitas. tapi, tingkat kecepatan akses ke suatu entitas, lebih cepat menggunakan switch case dari pada if karena tingkat kesalahan dalam switch case dapat terlihat, switch case lebih sensitif.(sumber:http://prototypelib.com)

 

Pembahasan Switch-Case

Syntax:

switch(nama_variabel){
case nilai_pembanding1:
Kode yang dieksekusi jika isi dari nama_variabel=nilai_pembanding1;
break;
case nilai_pembanding2:
Kode yang dieksekusi jika isi dari nama_variabel=nilai_pembanding2;
break;
default:
Kode yang dieksekusi jika isi dari nama_variabel tidak sama dengan nilai_pembanding1 dan nilai_pembanding2;
}

 

Apabila kita bandingkan dengan bentuk IF, maka statement IF berikut ini ekuivalen dengan sintaks SWITCH di atas

if (var == value1)
{
statement A
.
.
}
else if (var == value2)
{
statement B
.
.
}
else if (var == value3)
{
statement C
.
.
}
.
.
else
{
statement D
.
.
}

Selain bentuk sintaks di atas, kita juga bisa menggunakan sintaks SWITCH berikut ini:

switch (var):
case value1 : statement A
.
.
break;
case value2 : statement B
.
.
break;
case value3 : statement C
.
.
break;
.
.
.
default : statement D
.
.
endswitch;

Catatan:
Penggunaan option DEFAULT pada SWITCH adalah optional. Kita bisa untuk tidak memberikan DEFAULT jika memang tidak diperlukan.

Apabila kita perhatikan dari konsep SWITCH, maka kita bisa menyimpulkan bahwa proses pengecekan atau pengujian persyaratan yang terjadi hanyalah proses perbandingan dalam bentuk ‘sama dengan’. SWITCH tidak bisa digunakan untuk kondisional yang di dalamnya terdapat proses perbandingan seperti ‘lebih besar dari’, ‘lebih kecil dari’, ‘lebih kecil atau sama dengan’, ‘lebih besar atau sama dengan’ dan ‘tidak sama dengan’.
Sehingga memang penggunaan statement IF untuk menyatakan kondisional lebih fleksibel daripada SWITCH.

Trus… berarti SWITCH tidak lebih efektif daripada IF donk. Tentu tidak. Ada kelebihan pada penggunaan SWITCH. Berikut ini kelebihannya:

* Dalam SWITCH, persyaratan hanya diuji sekali saja. Sedangkan pada IF.. ELSE diuji beberapa kali. Sehingga apabila script Anda sangat kompleks atau banyak menggunakan kondisional, penggunaan SWITCH akan menghasilkan proses yang lebih cepat.
* Selain itu, statement yang akan dikerjakan dalam SWITCH bisa kosong atau tidak melakukan apa-apa. Contoh :

<?php
switch ($i) {
case 0:
case 1:
case 2:
echo “i lebih kecil dari 3 tapi tidak negatif”;
break;
case 3:
echo “i sama dengan 3″;
}
?>

(sumber: http://www.php.net)

Contoh menampilkan nama bulan dalam bahasa Indonesia.

<?php

$angkaBln = date(”n”);

switch($angkaBln)
{
case 1 : $namaBln = “Januari”;
break;
case 2 : $namaBln = “Pebruari”;
break;
case 3 : $namaBln = “Maret”;
break;
case 4 : $namaBln = “April”;
break;
case 5 : $namaBln = “Mei”;
break;
case 6 : $namaBln = “Juni”;
break;
case 7 : $namaBln = “Juli”;
break;
case 8 : $namaBln = “Agustus”;
break;
case 9 : $namaBln = “September”;
break;
case 10: $namaBln = “Oktober”;
break;
case 11: $namaBln = “Nopember”;
break;
case 12: $namaBln = “Desember”;
break;
}

echo “Nama bulan sekarang adalah : “.$namaBln;

?>

Selain menggunakan date(“n”); untuk mengetahui bulan sekarang, kita juga bisa menggunakan date(“M”). Penggunaan date(“M”) ini akan menghasilkan nama bulan akan tetapi dalam 3 huruf depan saja, misalnya ‘Jan’, ‘Feb’, ‘Mar’, ‘Apr’, … , ‘Dec’. Apabila kita menggunakan function date(“M”) ini, maka scriptnya menjadi

<?php

$bln = date(”M”);

switch($bln)
{
case “Jan” : $namaBln = “Januari”;
break;
case “Feb” : $namaBln = “Pebruari”;
break;
case “Mar” : $namaBln = “Maret”;
break;
case “Apr” : $namaBln = “April”;
break;
case “May” : $namaBln = “Mei”;
break;
case “Jun” : $namaBln = “Juni”;
break;
case “Jul” : $namaBln = “Juli”;
break;
case “Aug” : $namaBln = “Agustus”;
break;
case “Sep” : $namaBln = “September”;
break;
case “Oct” : $namaBln = “Oktober”;
break;
case “Nov” : $namaBln = “Nopember”;
break;
case “Dec” : $namaBln = “Desember”;
break;
}

echo “Nama bulan sekarang adalah : “.$namaBln;

?>

Perhatikan script di atas ! Karena value yang akan dicocokkan berupa string, maka setiap value pada option CASE diapit tanda petik. (sumber: http://blog.rosihanari.net)

Contoh Kasus:
Saya mempunyai variabel bangku, dimana variabel bangku ini dikategorikan menjadi kelas sebagai berikut :
” Kelas bawah jika $bangku=50000.
” Kelas menegah jika $bangku=100000.
” Kelas atas jika $bangku = 200000.
” Kelas VIP jika $bangku = 500000.

Pertanyaan:
Bagaimana cara untuk melakukannya dengan switch… ?

Jawaban:

<?php
$bangku=200000;
switch($bangku){
case 500000:
echo “Kelas VIP”;
break;
case 200000:
echo “Kelas Atas”;
break;
case 100000:
echo “Kelas Menengah”;
break;
default:
echo “Kelas Bawah”;
break;
}
?>

Keterangan:
” switch($bangku) pada kode ini fungsi switch akan memproses nilai dari $bangku untuk dibandingkan dengan nilai yang terdapat dalam case-nya
” case 500000: digunakan untuk menguji nilai dari $bangku, apakah nilainya = 200000 jika ya maka kode break dieksekusi dan proses selesai dan jika tidak maka case selanjutnya yang dieksekusi.
” default dieksekusi jika tidak ada pernyataan case diatasnya yang sesuai dengan nilai dari $bangku.

Contoh Kasus 2:
Saya mempunyai satu variabel yaitu rata_rata.
Variabel rata_rata ini nilainya akan di kategorikan menjadi grade sebagai berikut:
” 8-10 gradenya A
” 7-8 gradenya B
” 5-7 gradenya C
” 3-5 gradenya D
” 0-3 gradenya E

Pertanyaan:
Bagaimana cara untuk melakukannya dengan switch… ?

Jawaban:

<?php
$rata_rata=7;
switch($rata_rata){
case $rata_rata>=8 and $rata_rata<=10:
echo “Grade A”;
break;
case $rata_rata>=7 and $rata_rata<=8:
echo “Grade B”;
break;
case $rata_rata>=5 and $rata_rata<=7:
echo “Grade C”;
break;
case $rata_rata>=3 and $rata_rata<=5:
echo “Grade D”;
break;
default:
echo “Grade E”;
}
?>

(sumber: http://a2fahmi.com)

 

Bersambung….

89 Responses to “Mengenal Fungsi Switch-Case dalam PHP”

Leave a Reply

:D :) :( :o 8) :eek: ;-( :grin: :wink: :arrow: :idea: :?: :!: :evil: O:) :-| :-* :-(( :poke: :love: :tired: :emotion: :party: :clown: :worried: X( :p
EnglishChinese (Simplified)





ShoutMix chat widget